Lontara adalah studio intelijen lingkungan yang berdedikasi untuk mentransformasi cara organisasi dan pemerintah mengambil keputusan tata ruang—dari metode observasi konvensional menuju pemodelan prediktif berbasis data.
Menjadi pelopor infrastruktur data spasial dan kecerdasan buatan (*Artificial Intelligence*) dalam sektor lingkungan hidup di Asia Tenggara, memastikan setiap jengkal keputusan penggunaan lahan didasarkan pada perhitungan ekologis yang presisi.
Menyediakan alat rekayasa data, dasbor *WebGIS*, dan mesin pemodelan spasial yang dapat diakses, transparan, dan dapat diandalkan untuk mengatasi kompleksitas evaluasi kesesuaian lahan, konservasi air, dan mitigasi perubahan iklim.
Lontara didirikan dari pemahaman mendalam bahwa sains lingkungan tidak cukup hanya berakhir sebagai makalah akademis. Dibutuhkan rekayasa perangkat lunak untuk membawa wawasan tersebut menjadi sistem pendukung keputusan yang nyata (*Decision Support Systems*).
Dengan latar belakang pendidikan Ilmu Tanah dari Universitas Hasanuddin dan studi pascasarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB), Fajar menggabungkan keahlian fisika tanah dan hidrologi dengan rekayasa spasial (*Spatial Engineering*).
Pengalamannya membentang dari riset mendalam tata guna lahan dan kinerja Daerah Aliran Sungai di Sub-DAS Tanralili, hingga keterlibatannya dalam pengembangan platform rekomendasi aksi perubahan iklim (SIDIK) berskala nasional. Fokus utamanya kini adalah mengintegrasikan GIS, *Python*, dan *Machine Learning* untuk otomasi evaluasi kesesuaian lahan dan pemodelan lingkungan.
Basis keilmuan dan tumpukan teknologi (*Tech Stack*) yang memberdayakan platform Lontara.
QGIS, ArcGIS, Remote Sensing, Topology Correction & Spatial Databases (PostGIS).
Python, GeoPandas, Rasterio, dan otomasi ekstraksi data (ETL Pipeline).
Random Forest & Neural Networks untuk LULC dan evaluasi lahan.
Hidrologi, Fisika Tanah, Konservasi Air, dan pemodelan limpasan (*runoff*).
Kami terbuka untuk kemitraan riset, konsultasi proyek, maupun kolaborasi pengembangan produk.
Mulai Percakapan