← Kembali ke Studi Kasus

Evaluasi Kinerja & Tata Guna Lahan Sub DAS Tanralili

Lokasi

Sulawesi Selatan, Indonesia

Fokus

Watershed Management

Teknologi

ArcGIS, QGIS, Soil Analysis

Tantangan

Sub DAS Tanralili menghadapi tekanan ekologis akibat perubahan fungsi lahan yang masif. Konversi hutan menjadi lahan pertanian intensif tanpa memperhatikan kaidah konservasi tanah telah memicu peningkatan laju erosi dan fluktuasi debit sungai yang ekstrem.

Metodologi

Studi ini menggunakan pendekatan spasial terintegrasi untuk memetakan Area Penggunaan Lain (APL) dan kawasan lindung. Kami melakukan:

[ Peta Analisis Spasial Tanralili ]

Hasil & Rekomendasi

Hasil analisis menunjukkan bahwa 35% wilayah hulu Sub DAS Tanralili memerlukan intervensi konservasi segera. Kami merekomendasikan penerapan teknik agroforestri pada lahan dengan kemiringan >15% dan restorasi sempadan sungai untuk mengurangi limpasan permukaan.

Riset ini menjadi dasar bagi perencanaan tata ruang wilayah yang lebih adaptif terhadap risiko hidrologi di Kabupaten Maros.